Kenapa Menikmati Itu Ga Harus Memiliki

Smile

Enjoy + Syukur = Happy

Semua dimulai ketika seorang temen nanya gimana ceritanya orang baik yang bekerja keras itu bisa kalah sama orang curang yang pake jalan pintas. Waktu itu dia baru aja dirundung malang: ditipu di urusan bisnis, which costed him his hard-earned liquid wealth in the process. Dari situ dia ngebandingin kegagalannya sama kemewahan yang berhasil dinikmatin sama koruptor yang somehow belakangan ini sering muncul di tivi. Singkatnya, dia terus nanya (sambil becanda), apakah dia sebaiknya curang aja juga, demi ngedapetin kemudahan dalam hidup?

Just about right there, he committed a flagrant error for making such naive statement. He saw himself as the one outcompeted. Good news is, he never was. Dia, kayak kebanyakan orang, salahnya terletak di caranya ngenilai orang lain. Yang dinilai (sayangnya) cuma didasarin dari yang keliatan dia punya aja. Yang ga keliatan kayak hati dan kasihnya, ga ikut kenilai.

Continue reading

Advertisements

Neither A Winner Nor A Loser, But A Chooser

Life. I think I’ve arrived at the point where most people starts to wonder what it is all about. Simply put, it’s a journey. Given that average life expectancy is 75 years, gw bisa dibilang udah tutup buku sepertiga awal chapter kehidupan gw, and welcoming the scary yet exciting second third. Udah cukup gede untuk bisa look back ke masa lalu yang membentuk siapa gw sekarang, tapi masi terlalu kecil to venture into the unknown world of adult life, all by myself. Masalah-masalah mulai nunjukkin diri satu per satu dalam segala bentuk dan ukurannya. Pilihan-pilihan sulit mulai dateng dan bikin bingung nan bimbang. It’s so overwhelming, I wish time would stop so I can catch my breath. But it wouldn’t. It marches inexorably, and it waits for no one.

Continue reading