Lakukan Segalanya Dalam Kasih

Summary:
Kuncinya adalah kasih, yang tanpanya semua akan jadi sia-sia, karena kasih itu sendiri adalah Tuhan, maka lakukanlah segalanya dalam kasih, sebagai bentuk kasih kita terhadap Tuhan yang lebih dulu mengasihi kita [1335 words].

“People killing, people dying. Children hurt, and you hear them crying. Can you practice what you preach, and would you turn the other cheek? Father, Father, Father, help us. Send us guidance from above. ‘Coz people got me, got me questioning, “Where is the Love?”” -Where Is The Love, The Black Eyed Peas

The song sends a strong message concerning humanity that still applies today: the world is becoming all out of love.

Efeknya? Balas dendam. Persitegangan. Penindasan. Keserakahan. Tipu muslihat. Makin banyak orang stress berkeliaran. Orang-orang pongah. Ga berperasaan. Tega. Gampang marah-marah. Berlidah tajam (kata-katanya pedes). Ato jadi antipatik; seneng kalo orang lain susah, susah kalo orang lain seneng. Mudah iri ato cemburu. Spreading rumors. Sungguh, ngejaga supaya pikiran ga stress dan hati ga kotor becomes a daily battle.

Continue reading

Hati Yang Mau Belajar

[698 words. In tandem with Don’t Take Things Personally.]

The most redeeming trait a person can have adalah keinginannya untuk belajar.

Doesn’t matter asal-usul sosio-ekonominya maupun karunia fisiknya, jika mereka ga punya keinginan untuk belajar, mereka hanya akan add up to the number of orang-orang sok tau dan self-righteous, yang pemikirannya sempit dan sulit menerima pendapat orang lain (it’s time to cull the numbers).

Sadly for them, they are at greatest odds of being stagnant and not fully developed, let alone self-actualizing; ini karena mereka kurang bisa dengan cantik nge-handle…

Kritik.

Continue reading

Musuh Terbesar Kita

Apa kesamaan antara orang yang ragu, minder, mereka yang putus asa, skeptis dan pesimis, mereka yang rendah diri dan mereka yang mudah nyerah? Kesemuanya adalah korban. Korban yang berhasil diperdaya oleh sosok abstrak; sebut saja Si Jahat (julukan tidak disamarkan). Tunggu, diperdaya?

Semua gejala tadi sebenernya adalah rupa intimidasi yang dilancarkan oleh Si Jahat ke kita. Analoginya mirip dengan panah api yang ditembakin musuh. Serangannya biasanya termanifestasikan dalam bentuk negative self-talk — yang kalo di adegan psychological thriller, digambarin si karakter lagi having internal struggle with maddening whispers inside his/her head.

Continue reading