Road Less Traveled

Finally. Muncul juga keberanian gw buat nge-post lagi hasil peresan isi kepala gw. It’s been a while, man.

The talk I had in the morning with mom sparked something inside my head.

the-road-less-traveled-lisa-russo

Road Less Traveled

Kedua nenek gw dari pihak bokap dan nyokap cukup berbeda satu sama lain. Emang meski premisnya adalah tiap orang membuat kekurangan, tapi buat gw, ada tipe kekurangan yang sifatnya prinsipil, yang seandainya emang orang kurang di situ, dia mesti at least try to work on it. It’s a good nature to have, after all.

It shows, dari cara mereka menyikapi permasalahan, yang in this case adalah masalah interrelationship yang berbuah dari gagalnya komunikasi yang lancar.

Nenek dari nyokap gw, whom I love so much, cenderung agak gampang kebawa sama emotional state-nya dia. Jadi pas lagi selisih paham — ditambah lagi di lingkungan dengan kepribadian yang keras yang ngebikin orang jadi agak sulit diberi masukan — dia jadi sedih banget. Siapa sih yang bisa tenang tau neneknya, di umur tuanya, lagi sedih, that something’s been actually troubling her mind?

Waktu mereka ibaratnya tinggal nunggu dipetik. Ato jatoh ke tanah. And the whole process reycles all over again. Tapi karena sekarang kita, yang udah lebih dewasa, udah sadar kalo tiba saatnya gantian kita yang ngerawat para orang-tuas, termasuk si nenek dan si kakek. The role reversal happens all the time.

Tinggal sabar ngingetin aja Meski emang beberapa orang emang butuh waktu agak lebih lama, for the message to finally sink in.

Nenek gw dari bokap, whom I equally love, on the other hand, lebih kuat. Tougher. Stronger.

Nyokap gw, ketika lagi ngingetin ibunya sendiri, ngangkatlah soal nyokap dari bokap, yang udah ngalamin cold treatment macem-macem yang lebih parah, bahkan dari kerabatnya sendiri, orangnya bisa ibaratnya shrug it off. Like it was nothing. And I think it’s totally cool. Meski padahal fisiknya ringkih — totally unthreatening. Who says strength has anything to do with one’s physical attributes?

Dia bisa cuma, ‘Alah, lupain aja’. Dibawa tidur aja juga reda sendiri. She’s one of the most secure person I’ve ever known. And I always aspire to have what she has.

Pelajarannya adalah, gimana cara pandangan kita terhadap whatever life throws at us. And it can take many forms. Masalah. Hinaan. Diremehin. Anything, really. Dan orang yang bener-bener qualify as kuat adalah, orang yang tetep go on no matter how vicious life has beaten them. Sedih, marah, ato kebawa emosi ga pernah ngebantu nyelesein masalah. Ato nge-settle how we feel towards it. So why should we?

This is road less traveled. Jalan yang jarang orang laluin. Dan jalan ini adalah jalan yang di mana orang make conscious effort to stay joyful despite of hardships they may face. Implikasinya juga: kebanyakan orang justru lewat jalur yang lain. Kebanyakan orang tanpa sadar menyiksa dirinya dengan berbagai duka.

Dan jalan ini yang orang jarang pilih ini adalah sebenarnya adalah jalan yang Tuhan intensikan buat kita. Tuhan kan sebegitu sayangnya sama kita, masak iya Tuhan pengen kita sedih? Bapak mana sih yang pengen anaknya sedih?

In other words, jalan ini ga populer.

Kenapa jalan ini ga populer, adalah karena ada pengorbanan yang mesti dilakukan. Sebutlah ini, menyangkal diri. Menyangkal kalo kita ga bisa apa-apa tanpa Tuhan. And know that: ini bukan hal mudah untuk dilakukan. Kata siapa percaya itu gampang?

Tuhan pengen bantu ikut campur di hidup kita, asal kitanya beri Tuhan ruang buat berkarya.

Apa artinya popularitas dunia dengan keselamatan? Rumah tangganya selamat. Bisnisnya selamat. Seisi rumahnya selamat. All packages in one. And it’s all for free. All that it takes, hanyalah percaya.

Ketika kita belajar untuk ngakuin kedaulatan Tuhan dalam hidup kita, barulah kita nyetir diri ke jalan yang jarang orang lewatin ini — jalan yang mimpin kita menuju tanah yang berlimpah susu dan madunya, yang di mana kita akan menduduki kota yang bahkan ga kita bangun, menuai benih yang bahkan ga kita tanam.

Artinya? Kita tinggal nerima aja. Tuhan sediakan. Dan Tuhan jugalah yang berperang buat kita. Kurang enak apa coba?

I’ve been there. And I believe that God will always keep me there. As well to you, my fellow soul brothers and sisters. Biarlah kerinduan supaya makin banyak orang lagi yang menapaki jalan yang jarang dilaluin orang jadi nyata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s