Cara Ngebaca Orang, Properly

*This article is about how to truly recognize people and where to take it from there. 1443 words. The author recommends to grab a snack and a cup of your favorite coffee before reading on.

The first thing that comes to mind tentang ngebaca orang itu biasanya sosok ilusionis ato ahli hipnotis yang sekonyong-konyong bisa baca isi kepala orang, ga jarang sampe demo “mind-control”. Kita yang lebih waras dan pinter harusnya sadar kalo mereka itu ga bener-bener “ngebaca”, apalagi sampe ngendaliin pikiran orang — jadi bukan macem itu yang akan dikupas di sini. (Lagian, kalo emang dia bener-bener bisa “ngebaca”, kenapa dia ga sekalian ngerampok bank? That way, kan dia jadi ga usah kerja lagi?)

Continue reading

Tuhan, Jangan Jatuhkan Hatiku Di Tempat Yang Salah

*Author’s note: Read this piece in tandem with “The Right Time To Get Married“.

Of all the prayers my dear mother has taught me, the one I remember the most adalah, “Tuhan, jangan jatuhkan hatiku di tempat yang salah”. But only as I grew older, did I begin to understand the delicate matters of the heart, and how it could have fallen in all the wrong places.

Jatuh hati itu bukan persoalan yang sepele. Makanya lagu-lagu chart-toppers di blantika musik itu didominasi lagu cinta (melulu). Kalo yang namanya hati udah menclok pada sesuatu, ato seseorang, orang bisa jadi head over heels, seakan-akan disihir, oleh apapun yang udah mincut hati mereka. Bulan pun, ibarat kalo bisa mereka ambil, akan mereka bungkus dan pitain jadi kado untuk si pemikat itu. Ini sebenernya bisa jadi hal yang baik (syukur), tapi bisa juga jadi buruk (ini yang mesti diwaspadain).

Buruk adalah ketika hati orang itu jatuh di tempat yang salah (tentunya), apalagi sampe jadi gelap mata. Contohnya, suka sama pria yang udah berkeluarga; Sama wanita yang dikaruniai kemolekan fisik yang luar biasa, tapi ternyata ga setia (polyamorous relationship, anyone?), materialistik, ga mengasihi orangtua, dan concern-nya cuma ke hal-hal yang superficial aja; Ato suka sama cowok yang ternyata ringan tangan (alias hobi mukulin cewek/istrinya, ini yang rada keterlaluan); Ato misal sama cewek yang ternyata ngidap daddy issues, ato yang taunya ga punya basic skills untuk ngurus rumah tangga.

Continue reading