Serigala dan Aku

Belakangan ini nonton berita nasional di TV jadi makin bikin ga nyaman. Isi beritanya nebar benih ketakutan ke yang nonton gara-gara liat perilaku orang yang makin ga manusiawi. Dari yang nyiram air keras ke orang lain lah sampe korbannya kena inflict chemical burn. Emangnya taneman, sampe disiram?

Yang guru nempeleng muridnya lah. Coba kalo bapak murid yang ditempeleng itu Jet Li. Kasian kan gurunya ntar? Penembakan di sana-sini, sampe ada abdi negara yang mati ditembak preman. Emangnya ini hidup jaman Wild West, koboi tembak sana sini? Anak bunuh ibunya, ato ibu ngebunuh anaknya, seakan-akan nyawa udah ga ada harganya lagi.

Ada juga aksi mesum antar pelajar yang masih relatif belia. Belom lagi pemerkosaan murid oleh gurunya di sekolah. Pemerkosaan di angkot. Di taksi. Gimana orang ga makin takut dan ga percaya sama public transport? Banyak juga keliaran pengemudi edan di jalan yang sampe makan korban jiwa. Belom lagi yang korupsi berjamaah yang ngambil hak orang lain demi kepentingan sendiri. Itu moralnya dititipin di mana? Meja satpam?

Continue reading

Neither A Winner Nor A Loser, But A Chooser

Life. I think I’ve arrived at the point where most people starts to wonder what it is all about. Simply put, it’s a journey. Given that average life expectancy is 75 years, gw bisa dibilang udah tutup buku sepertiga awal chapter kehidupan gw, and welcoming the scary yet exciting second third. Udah cukup gede untuk bisa look back ke masa lalu yang membentuk siapa gw sekarang, tapi masi terlalu kecil to venture into the unknown world of adult life, all by myself. Masalah-masalah mulai nunjukkin diri satu per satu dalam segala bentuk dan ukurannya. Pilihan-pilihan sulit mulai dateng dan bikin bingung nan bimbang. It’s so overwhelming, I wish time would stop so I can catch my breath. But it wouldn’t. It marches inexorably, and it waits for no one.

Continue reading