Ga Enak? Kasi Kucing Aja!

cat eating leftovers

I decided to write much shorter post this time, for a change.

If I had a dime for everytime someone says kalo mereka ‘ga-enak’ nerima/minta sesuatu, I would’ve amassed quite a fortune today. Awalnya hal ini ga gitu ngeganggu, but after a while it started to get really old. Dan gw rasa fenomena ini cuma kejadian di Indonesia aja. It needs to be addressed, man.

Continue reading

Neither A Winner Nor A Loser, But A Chooser

Life. I think I’ve arrived at the point where most people starts to wonder what it is all about. Simply put, it’s a journey. Given that average life expectancy is 75 years, gw bisa dibilang udah tutup buku sepertiga awal chapter kehidupan gw, and welcoming the scary yet exciting second third. Udah cukup gede untuk bisa look back ke masa lalu yang membentuk siapa gw sekarang, tapi masi terlalu kecil to venture into the unknown world of adult life, all by myself. Masalah-masalah mulai nunjukkin diri satu per satu dalam segala bentuk dan ukurannya. Pilihan-pilihan sulit mulai dateng dan bikin bingung nan bimbang. It’s so overwhelming, I wish time would stop so I can catch my breath. But it wouldn’t. It marches inexorably, and it waits for no one.

Continue reading

Speak Your Mind

Ever have sesuatu yang pengen lo ucapkan/katakan tapi ragu/urung dan akhirnya ga tersampaikan? Gw sering, dan biasanya gw alamin tiap dengan orang yang lebih tua dari gw in general, bisa dari bokap, pakde maupun oom sendiri. Kalo sampe kejadian, it usually results in miskomunikasi. I’d blame ego dari orang yang lebih berumur ini, yang ngebikin dia ga terima dikasitau-in oleh yang lebih muda. (Tau apa lo, masih kecil udah ngasi tau gw?).

Gara-gara pernah satu waktu gw disemprot oleh kata-kata vitriolic dari not-so-dearly oom gw (yang semestinya sangat ga perlu, thanks to his anger management issues), gw jadi kapok from ever having to do it again. Tapi at times, muncul lagi saat-saatnya gw pengen utarakan pikiran gw, dan yes ke orang yang lebih tua. Ini akhirnya led to battle inside my head. Gw yakin battle ini dialamin juga oleh semua orang, tiap pengen speaking up. Tapi bedanya, bagi orang yang udah ngerti, battle-nya tentang timing dan suasana tepatnya, sedang buat yang ga ngerti, battle-nya antara their urge to talk it out versus internal fear that keeps them from speaking up.

Continue reading