Keluh Kesah Akar Rumput

Puji Tuhan. Gw ngerasa beruntung bisa deket sama orang-orang lokal di tempat gw kerja. Penduduknya terdiri dari suku Sulawesi Bajo dan Mandar. Saking deketnya, sampe gw bisa lumayan ngerti bahasa mereka juga. Dan dari situlah mereka mulai satu-per-satu cerita keluh kesah pribadinya masing-masing ke gw, yang sebenernya bikin gw ngerasa makin humble karena tau ada yang lebih kurang beruntung (bahkan masi banyak) dibanding gw.

Jadi setelah ngelarin satu kerjaan, tiba-tiba ada dari mereka buka suara kalo standar kerja mereka itu dulunya lebih tinggi dibanding sekarang. Emang jujur, yang mereka kerjain itu tampak terlalu sederhana. Tapi ternyata ini adalah hal yang mereka sadarin penuh. Dan setelah gw rangkai cerita lengkapnya, ternyata terungkaplah dari dia dan yang lain, kalo ternyata mereka frustasi dan kecewa aspirasinya ga berhasil keangkat dan diperjuangkan oleh lead mereka.

Continue reading

Enaknya Jadwal 14/14

Puji Tuhan. Gw baru sadar kalo ternyata gw cukup beruntung untuk punya jadwal kerja yang mendukung suasana untuk every now and then ngeliat ke belakang dan mengevaluasi.

Jadi jadwal gw 14 hari on duty, 14-nya off duty. One of the best thing of having this work schedule adalah, gw ga perlu berurusan dengan macet (yang bikin orang ‘tua’ di jalan). Gw pun jadi bisa alternate antara pemandangan yang scenery-nya jauh lebih baik daripada urban Jakarta; laut dan ombak yang menepuk pantai. Belom lagi udaranya yang jauh lebih bersih dibanding di kota.

Continue reading