Tips: Ngebikin Kata Sandi Anti-Jebol

PasswordBiomet1

Karena sekarang kita belum masuk jaman di mana otentifikasi biometrik sebagai sandi, kita masih akan stuck dengan pemakaian password untuk, almost virtually, semua aspek yang kita lakuin yang berhubungan dengan sistem — sebut aja akun surel (pribadi atau kantor), akun sosial media, hingga akses ke smart devices kita. Intinya: semuanya butuh password.

Tapi satu hal kekurangan password dibanding otentifikasi biometrik tadi buat sandi adalah, password seringkali dibikin terlalu sederhana hingga mudah diretas, atau terlalu kompleks hingga sulit diingat.

Continue reading

Kosa Kata Hari Ini: Bombastic

Screen shot 2014-07-16 at 11.51.33 AM(Adjective, kata sifat):

high-sounding; marked by use of language without much real meaning

Note: Konotasi kata ini biasanya jelek, tapi ga selalu. Kata-kata yang bombastis adalah kata-kata yang kedengerannya tinggi, tapi ga bener-bener ada maknanya. Bisa dibilang, ada tersirat kesengajaan supaya si pembicara terkesan pinter ato hebat di mata yang lain, oleh penggunaan “big words”.

Continue reading

Pulihkan Kembali Negeri Kami

jokowi-vs-prabowo

[1012 words] Ada yang spesial dengan pemilu kita kali ini. Ga pernah gw rasa antusiasme dan hype-nya segede sekarang. Harapan yang digantungin masyarakat ke presiden mendatang gede: untuk ngolah potensi sumber daya negara yang selama ini ga terkelola dengan baik. Yang selama ini juga, lebih nguntungin pihak asing daripada rakyat sendiri.

Something’s gotta change. Tapi yang bikin serunya lagi adalah, kedua calonnya sama-sama bagus, dengan cara dan prestasi mereka masing-masing. Ini ngebuat rakyat sulit ngebuat pilihan. Gw pun sampe detik-detik terakhir masih bimbang sama pilihan gw sendiri.

Continue reading

Keluarga Nomor Satu, Setelah Tuhan

Family-CutoutI’ve been having this on my mind for quite some time.

Setiap kali gw pulang dari lapangan, rekan kerja selalu ngajakin untuk tinggal lebih lama dulu di Bali, sebelom pulang. Waktu itu gw kerja di kilang gas di pulau Pagerungan Besar, sekitar 1-jam perjalanan naik chopper ke utara Bali. Jadi gw selalu transit dulu di Denpasar, buat tek-tok ke Jakarta. Tapi somehow selalu gw tolakin, at the risk of being labeled ‘ga asik’

Frankly, it’s just that the very thought of seeing my family again never fails to light me up. Every. Single. Time. That’s how much they mean to me. Segitu rindunya gw akan bokap-nyokap, kakak-kakak gw dan ponakan gw, yang super lucu dan makin pinter (udah bisa gw ajarin kegilaan gw sedikit demi sedikit). Ditambah lagi gw pulang ke tempat di mana gw bisa jadi diri gw yang segila mungkin, tanpa penghakiman dari yang lain dan keharusan untuk jaga wibawa. Plus, ada faktor sayang duit juga sih. Sepeser-sepeser lumayan juga kalo ditabung.

Continue reading