Lakukan Segalanya Dalam Kasih

Summary:
Kuncinya adalah kasih, yang tanpanya semua akan jadi sia-sia, karena kasih itu sendiri adalah Tuhan, maka lakukanlah segalanya dalam kasih, sebagai bentuk kasih kita terhadap Tuhan yang lebih dulu mengasihi kita [1335 words].

“People killing, people dying. Children hurt, and you hear them crying. Can you practice what you preach, and would you turn the other cheek? Father, Father, Father, help us. Send us guidance from above. ‘Coz people got me, got me questioning, “Where is the Love?”” -Where Is The Love, The Black Eyed Peas

The song sends a strong message concerning humanity that still applies today: the world is becoming all out of love.

Efeknya? Balas dendam. Persitegangan. Penindasan. Keserakahan. Tipu muslihat. Makin banyak orang stress berkeliaran. Orang-orang pongah. Ga berperasaan. Tega. Gampang marah-marah. Berlidah tajam (kata-katanya pedes). Ato jadi antipatik; seneng kalo orang lain susah, susah kalo orang lain seneng. Mudah iri ato cemburu. Spreading rumors. Sungguh, ngejaga supaya pikiran ga stress dan hati ga kotor becomes a daily battle.

But then again, what love has got to do with all the violence and hatred, that seem to be the common theme of everyday news? To answer, it is imperative buat kita untuk paham akan…

Kasih, Bukan Cinta.

For terminology sake, while it’s true that at the same time love also means cinta; it’s not nearly as important as kasih — love in the truest sense. What sets apart kasih dari cinta adalah: it’s objectively righteous. Alias selalu “benar” Dan yang “benar” itu otomatis pasti “baik”.

Cinta, on the other hand, sepintas tampak baik; tetapi yang “baik” itu sayangnya belum tentu “benar”. Ever heard of yang namanya cinta buta? Kalo udah jadi buta, orang ga akan bakal heed the “warning signs”; walhasil rawan banget berujung ke kekecewaan, berbuah kepahitan, atau bahkan perselisihan-pertentangan.

enhanced-buzz-wide-19353-1386265984-25A man dressed as Superman smiles at patient Joao Bertola, 2, and his father at the Hospital Infantil Sabara in Sao Paulo, Brazil. (Source: Nacho Doce/Reuters via Buzzfeed)

Misalnya, cinta akan kedagingan. “Akar dari segala kejahatan adalah cinta akan uang” puts it best, diperparah lagi oleh budaya populer yang terus nge-push glimpse of lifestyle yang terobsesi dengan harta, yang sangat ga grounded in reality. Intinya adalah gini: cinta ga bisa memberi jaminan sukacita yang kekal — temporary at best.

With these in mind, therefore, to say “A mengasihi B” is far stronger than “A mencintai B” — kastanya jauh berbeda. Therefore, love di bahasan ini interchangeable dengan “kasih”. And to illustrate just how strong “kasih” over “cinta”, segalanya itu..

Sia-sia jika tanpa Kasih.

Meskipun orang bisa segala bahasa, bahkan punya segala pengetahuan dan tau segala rahasia kehidupan, tapi kalo dia ga punya kasih, maka dia ga berguna.

Bahkan sekalipun orang ngebagi-bagiin miliknya, bahkan sampe ngasi tubuhnya sendiri untuk dibakar, tapi kalo dia ga punya kasih, itupun sama sekali ga ada faedahnya. Dan meskipun orang punya iman kokoh yang bisa mindahin gunung (baca: persoalan), bahkan sampe optimisme dan harapannya berubah jadi ambisi, tapi kalo dia ga punya kasih, dia juga ga berguna. Tunggu, gimana bisa jadi ga berguna?

enhanced-buzz-wide-25289-1386350713-21A man rescues a woman from her car on a flooded road in the Athens suburb of Chalandri in February.
(Source: John Kolesidis/Reuters via Buzzfeed)

All that we are, and everything that we have; semuanya adalah karunia (baca: pemberian) dari Tuhan. It’s just natural kalo kita pergunakan semua itu untuk saling nge-share berkat yang kita punya, wholeheartedly. Ato bahasa lainnya, “jadi saluran berkat” buat sesama — ini baru berguna. No big surprise — antara iman, pengharapan dan kasih; yang terbesar dari ketiganya adalah kasih.

Not to mention juga kalo kasih itu punya kuasa melenyapkan segala macem ketakutan, or fears. Makanya sia-sialah hidup kalo kasihnya telah menjadi tawar; ciri-ciri mereka yang begitu adalah orangnya serba parno-an (paranoid). Ingetlah kalo barangsiapa takut, ia tidak sempurna dalam kasih. Siapa juga yang nyaman hidup dihantuin oleh fears of any kind? Atas alasan inilah, di hadapan “kasih”, “cinta” pales in comparison. Then one might wonder, what makes love — atau kasih — so powerful; ini sebabnya…

Tuhan itu sendiri adalah Kasih.

Semua yang benar (righteous) are inspired dari kasih, karena kasih itu adalah Tuhan, dan Tuhan “mengasihi” SEMUA orang. Tanpa terkecuali. Ini termasuk mereka yang salah dan pelanggarannya udah ibarat flagrant banget semerah merah-kirmizi; none of it matters, karena Tuhan punya limitless capacity to forgive, for He is merciful. Even yang merah-kirmizi tadi bisa “dicuci” jadi seputih salju (asal jangan abis itu “main kotor-kotoran” lagi aja). The lesson? Never let self-guilt drive us away dari Tuhan. Dan jangan pelit pengampunan ke mereka yang salah ke kita, karena kitapun juga “banyak salah” tapi tetep Tuhan ampuni.

Tuhan pun juga selalu beri kesempatan kedua kok buat orang berubah (thus why, we, too, should give people a second chance) — bahkan ketiga, keempat dan seterusnya. Begitupun juga dengan semua berkat yang kita terima — materil dan imateril. Itu semua karena Tuhan “mengasihi” kita.

21.7Christians protecting Muslims as they pray during the revolution in Cairo, Egypt, 2011. (Source: Reddit.com via Buzzfeed)

That’s why love is so powerful; ga hanya ketakutan, kasih juga nge-overcome kekuatiran; Hati yang hancur; Kekecewaan; Dukacita; Bahkan rasa menyalahkan dan mengasihani diri sendiri. But any of those wouldn’t matter, karena kasih punya kuasa memulihkan.

With these in mind, masak iya udah sebegitunya Tuhan “mengasihi” kita, kitanya ga mengasihi Tuhan balik? Caranya simpel: dengan ngelakuin “perintah” Tuhan, yang sederhananya “hanyalah” to love one another — mengasihi satu sama lain. Dan untuk supaya orang bisa bener-bener “mengasihi”, dia harus lebih dulu mengenali…

Sifat-sifat Kasih.

  1. Kasih itu sabar. Sabar itu ga punya batasan — it shows mental strength and self-control. Anyone who claims that “udah abis kesabarannya” itu belom tergolong sabar.
  2. Kasih itu murah hati; alias ga kikir, ga perhitungan, karena ia ga perlu kuatir akan pernah kekurangan. Ini juga termasuk murah pengampunan (termasuk ke diri sendiri juga, so stop beating yourself hard over things).
  3. Kasih tidak cemburu; atas berkat materil maupun imateril yang dimiliki sesamanya.
  4. Kasih tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
  5. Kasih tidak melakukan yang tidak sopan (rude).
  6. Kasih tidak mencari keuntungan diri sendiri (ga self-seeking, apalagi ngembat apa yang jadi hak bersama buat dimakan sendiri).
  7. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain (thanks to self-control dan hati yang murah pengampunan).
  8. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran; alias objective righteousness, yang asalnya dari Tuhan).
  9. Ia menutupi (bear), percaya (believe), mengharapkan (hope), menanggung (endure) segala sesuatu. Maksudnya? Kasih itu menutupi banyak sekali pelanggaran. Percaya sesuatu bukan berarti nelen mentah-mentah segala hal, tapi optimis bahwa things will turn out alright. Pengharapan mendatangkan sukacita dan kekuatan. Endurance memberi ketahanan terhadap ujian dan problematika hidup.

Setelah orang mengenal akan sifat-sifat kasih — yang ibarat cermin, karena mendidik orang dalam kebenaran (righteousness) — it all comes down to ngejalanin perintah Tuhan yang esensinya adalah…

Lakukan Segalanya Dalam Kasih.

The rule of thumb is, lakukanlah segalanya seakan-akan untuk Tuhan, out of gratitude. Sebagai rasa syukur kita.

Makanya kalo kita kerja; bekerjalah dalam kasih — that is, penuh dengan hasrat kerja, rapi, taking job seriously, ga main-main, dan jangan ngeluh, jangan males. Karena itu karunia dari Tuhan. Kalo masih dapet tanggungjawab kecil yang sepele? Dari perkara-perkara kecil, Tuhan akan berikan perkara-perkara besar. Artinya? Kasih-lah kunci supaya karir kita move forward.

Begitu juga dengan berinteraksi dengan sesama. Kalo negur, tegurlah juga dengan kasih. Take the time to sit together and talk your hearts out, dan sadarin letak salah pahamnya di mana, and offer solution — all done in the most gentle way possible. Selalu lebih enak ditegur oleh hati yang lemah lembut, daripada pake gada keras. Begitupun dengan marah (karena kita manusia); marahlah dengan kasih.

enhanced-buzz-wide-29604-1386361829-9An anti-government protester gives a rose to a Thai soldier at the Defense Ministry during a rally in Bangkok. (Source: Wason Wanichakorn/AP Photo via Buzzfeed)

Sama halnya dengan inherent talents kita masing-masing yang berbeda. God also gives to each of us something that we’re very good at, that no one else can do it nearly as good as us — cultivate it as well in love. Baik kita diberi karunia untuk masak; nyanyi; main musik; perform audit; memimpin; mengajar; atau berkarya; kelolalah talenta-talenta itu dalam kasih, sebagai bentuk kasih kita terhadap Tuhan yang udah begitu baik.

This is in order to administer God’s grace in its various forms, sehingga orang-orang jadi memuliakan Tuhan oleh karena buah pekerjaan kita oleh kasih. Bukankah semua tujuannya demi kemuliaan Tuhan yang semakin besar (ad maiorem Dei gloriam)? Inilah kenapa kita ga boleh sombong; itu sama aja nyuri kemuliaan Tuhan.

Memang, semua orang punya sisi “belang” yang mereka ga proud of; tapi ini redeemable lewat kasih yang ibarat kompas yang utara-nya adalah “kebenaran”, alias righteousness. Makanya dari itu, kita harus ikutan berlomba mengejar kasih. Do everything in love. Karena itulah obatnya buat dunia yang kasihnya telah menjadi tawar ini, lewat satu per satu orang, dimulai dari diri kita sendiri. Sudahkah kita mengasihi Tuhan yang lebih dulu mengasihi kita?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s