We Don’t Know What We’ve Got Until It’s Gone

Shoutout buat Aloysius Gonzaga a.k.a. Abang Pempie, atas inspirasinya buat tulisan ini! God watches over you, wherever you are now.

Kehilangan itu emang ga enak ya? Kejadiannya, selain tanpa setau atau persetujuan kita, umumnya pun dadakan. Jarang bisa diprediksi kapannya. Dan ini dialamin oleh semua orang, tanpa terkecuali.

The first thing that comes to mind, kalo orang ngebahas tentang kehilangan itu adalah pencuri. Jadi, kalo definisi kehilangan itu adalah things that are taken away from us, maka by definition yang sama, setiap orang adalah pencuri. Kok? Karena setiap orang itu ngambil sesuatu dari yang lain. Ini akan berarti juga kalo Tuhan itu pun pencuri, karena Tuhan pun juga ngambil sesuatu dari kita.

0811_gone_Willis_Brindley_2Image by Willis Brindley via Under Consideration

Contoh kehilangan itu sendri ada banyak, dari kehilangan pekerjaan secara sepihak; Terus ada kehilangan temen gara-gara beda pandangan; Kehilangan mobil, rumah; Kehilangan penglihatan, pendengaran; Kehilangan hak asuh anak, hak waris, ato bahkan hak ngeluarin pendapat.

Bisa juga kehilangan kebebasan untuk berekspresi; Kehilangan jabatan tinggi; Kehilangan saham terbesar; Kehilangan romantic partner; Kehilangan status sebagai mahasiswa, sebagai anak; Kehilangan kepolosan; Kehilangan martabat; Kehilangan orang-orang tercinta; Kehilangan sukacita dan damai sejahtera. The list goes on.

Intinya, bentuk kehilangan itu bisa apa aja, baik dari yang tampak maupun yang ga tampak. Dari sinilah lantas muncul pertanyaan iseng tentang bedanya Tuhan sama pencuri.

Bedanya sebenernya simpel: Tuhan, pake pencuri-pencuri itu, buat ngambil sesuatu dari kita. Ada perbedaan derajat yang jelas di situ, ekuivalen dengan arsitek dan kuli bangunan. Tapi apa ini artinya Tuhan itu jahat sama kita karena ngijinin kehilangan itu terjadi pada kita? Tentunya ga. Bukan cuma kehilangan aja kok, semua lainnya dalam hidup juga itu terjadi atas seijin Tuhan. Inilah kenapa Tuhan beroleh julukan…

Sang Sutradara.

Tuhanlah Si Dalang di balik layar. Kita ga lebih dari cuma sebagai wayang-wayangnya, berlatarpanggung dunia real life. Tapi meski semuanya itu suka-sukanya Tuhan, pahamilah kalo Tuhan itu selalu baik. Ke semua orang. Dari dulu, sekarang, sampai selamanya.

Tuhan tau dan megang naskah terbaik buat masing-masing kita. Dan naskah ini sifatnya ngebawa orang menuju keselamatan. And it just happens that the design involves lots and lots of losses on our part.

wayang lebarImage by Herdaru Juniadi via Liputan6

Tapi SEMUA itu terjadi bukan tanpa alasan. Kenapa harus ada banyak kehilangan itu, tujuannya adalah supaya jadi sarana untuk ngajarin kita pelajaran-pelajaran penting, yang salah satunya adalah kalo we don’t know what we’ve got til it’s gone.

We take things for granted. People take things for granted. Itulah kenapa kita ga pernah mengerti nilai dari sesuatu, sampe sesuatu itu ngilang dari kita. Artinya? Kita harus lebih ngehargain lagi apa yang kita miliki.

Satu pelajaran lagi yang bisa kita petik adalah, semuanya itu ngebuat kita makin kuat menghadapi badai-badai hidup yang datangnya silih berganti, bahkan kadang bisa saling tubruk timpa nan ruwet.

Bener katanya Nieztsche kalo, “that which does not kill us, is only going to make us stronger”, karena in this case, kehilangan itu juga adalah satu bentuk…

Pengujian.

Apa yang diuji? Iman dan kesetiaan kita ke Tuhan. Makanya, sebenernya banyak pengujian itu bagus-bagus aja. Kenapa? Karena pengujian menimbulkan ketekunan, keberanian dan sukacita. Let’s break it down.

Ketekunan itu kaitannya dengan iman, di mana iman butuh pengujian biar bisa dipupuk dan tumbuh lebih kuat. Keberanian, ngasi nyali untuk nerjang semua badai hidup fearlessly. Sedang sukacita itu adalah buahnya, dari ketika kita udah beroleh keberanian dari iman yang berkobar besar.

Itulah kenapa kita jangan berdoa minta ke Tuhan supaya masalah abis. Karena kalo sampe masalah itu abis, gimana kita bisa belajar buat jadi lebih tangguh? Masalah kan juga bentuk pengujian. Instead, berdoalah minta ke Tuhan supaya bahu kita yang makin dikuatin, bukannya supaya beban kita yang malah dientengin. Atas alasan-alasan inilah, terhadap kehilangan kita sebaiknya…

Jangan Bersedih.

Emang hati kita ga terbuat dari besi dan baja hitam Kamen Rider X, jadi wajar kalo sedih. Tapi, jangan lama-lama. As bitter as it might, it is for our own betterment, karena semua terjadi menurut naskah terbaik Tuhan buat kita.

It takes faith to see that. Dan orang biasanya baru akan ngerti letak baiknya di mana lama setelah kejadiannya udah berlalu. Tapi ini ya lumrah, karena manusia hikmatnya terbatas. Makanya dari itu kita mintalah hikmat dari Tuhan, yang adalah sumber hikmat yang ga berbatas (jangan dari bengkel kawe lain). Supaya kita ngerti dan bisa liat, kalo Tuhan itu sebenernya ngirim pengganti buat kehilangan kita, dalam rupa penghiburan.

670px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-1Image by Wikihow via their website

Jadi ga ada alasan lagi untuk berkabung ato berduka lama-lama. Karena the sole purpose dari penghiburan yang dikirim Tuhan, adalah to console us through our grief. Tugas mereka itu ya mengusir lara. So, really, everything is going to be alright.

Penghiburan yang sama juga ngajarin kalo things itu come and go. That’s why nothing in this world lasts forever. Artinya? Nikmatin aja apa yang ada. Dan relainlah kehilangan kita. Pasrahin semuanya, menurut kehendak Si Sutradara, yang udah ketauan megang naskah terbaik buat masing-masing kita.

Tapi in reality, sayangnya, ini lebih gampang diucapin daripada dipraktekin. Gimana orang bisa bener-bener ngerelain ilangnya rumah, mobil, ato tabungan pensiunan yang udah susah payah dicari pake keringat, darah dan air mata? Di sinilah orang suka lupa, kalo yang kita punya itu,…

Semuanya Adalah Titipan Tuhan.

SEMUA adalah kreasinya Tuhan. Makanya otomatis kalo semuanya, termasuk milik masing-masing orang, juga adalah miliknya Tuhan. Ini termasuk aset pribadi, panca indera, anak dan pasangan, kesehatan mental dan fisik. Semuanya ya cuma dititip, makanya harus dijaga baik-baik. Dan ketika tiba saatnya Tuhan ambil lagi apa yang udah dititip, Tuhan akan kirim penghiburan sebagai penggantinya. So, we’re not losing anything here. It just changes into something else.

Contohnya, mereka yang dapet kekuatan hidup dan kerukunan keluarga yang lebih solid, setelah aset-aset pribadinya terkuras seluruhnya gara-gara bisnis yang nyungsep (gagal), sebelom akhirnya berhasil ngeraih kesuksesan yang jadi berkat buat orang banyak. Ada juga mereka yang dapet kedewasaan untuk jaga diri lebih ati-ati dan lebih menghargai kesehatannya sendiri, setelah akhirnya mesti terkapar di meja operasi, gara-gara melihara gaya hidup yang relatif ga sehat.

Penghiburan ngajarin kalo hati manusia itu seharusnya ga berada di mana hartanya berada, karena persis itulah penyakitnya yang ngebikin kehilangan jadi kerasa ekstra berat. Instead, hati manusia mesti itu diarahin ke sumber hartanya langsung, yang adalah Tuhan.

EnlightenedImage by Chris Bourne via Wakeup World

Tuhan itu sumber semua berkat. Dan berkat terbesar yang bisa Tuhan kasi ke kita adalah hikmat, karena hikmat berbonus sukacita kekal yang selalu ngalir tanpa tergantung keadaan. Itulah kenapa hikmat Tuhan lebih berharga dari emas, perak bahkan permata. Emas, perak dan permata bisa ilang dan meluruh, tapi hikmat akan terus live on. Makanya, kejarlah, atau mintalah, hikmat dari Tuhan yang paling terutama. Gimana caranya? Lewat pengenalan akan Tuhan.

Dengan hikmat Tuhan, everything will be clear as a crystal. It resembles a looking-glass where we can see everything through it. Jadi dengan itu kita bisa interpret things that are happening around us correctly, and still we can draw joy from whatever stuffs that we’re going through. Dengan hikmat Tuhan juga, kita belajar juga supaya jangan jatuh ke lubang yang sama lagi; that is, kita ga kehilangan sesuatu dengan cara yang sama.

Makanya bersyukur, dan gunain waktu yang ada sebaik-baiknya. Give your thanks. Say your grace. Buat SEMUA karunia yang udah Tuhan kasi ke kita, yang pada waktunya masing-masing juga akan Tuhan ambil dari kita. Wait no more.

Advertisements

7 thoughts on “We Don’t Know What We’ve Got Until It’s Gone

  1. “sometimes on the way to the dream YOU GET LOST and find a BETTER ONE”
    NO!!, but
    “sometimes on the way to the dream YOU GET LOST and GOD give a BETTER ONE”
    let’s GOD works on your life…

    Like

    • [quote] “sometimes on the way to the dream YOU GET LOST and GOD give a BETTER ONE” [/quote]

      setuju banget din. Tuhan emang kasi yang terbaik buat kita. jadi kalo sesuatu ilang jangan sedih, tapi justru seneng karena penggantinya akan lebih baik dari sebelumnya, in many ways that one can imagine.

      God bless din!

      Like

  2. Ninggalin jejak lagi Mas Tito…sayang gbs dpt pertamax :p

    Konsep kehilangan seperti pikiran yang Mas Tito tuangkan ke cawan dan dinikmati pembaca ini benar.
    Kalau boleh menambahkan,konsep kehilangan juga bisa untuk menyadarkan kita,mendewasakan kita,dan menambah cinta kita ke Tuhan.

    Tuhan itu pencemburu,dia tidak suka kalo kita mencintai sesuatu melebihi cinta kita padaNya.
    Tuhan bisa dengan mudah meng HILANG kan sesuatu yang kita punya dgn mudah.

    Kita cinta banget ama pacar kita,besok bisa saja pacar kita diambil (putus,mati,selingkuh,dll)
    Kita cinta banget ama harta,besok bisa aja harta tsb disita bank gtu aja.
    Kita cinta banget ama diri kita (tampan,gagah,cantik,sexy,dsb),besok bisa aja kita celaka dan cacat.

    Tuhan cemburu ke kita bukan tanpa alasan,DIA pengen kita tetep di jalanNya. Dia menghilangkan apa yang kita punya supaya kita sadar,kita ga punya daya apapun dibandingkan Dia Yang Maha Kuasa.
    Kita itu kecil,dan Dia Maha Besar.
    Dia akan terus menguji kita dengan menghilangkan yang kita punya sampai kita sadar,sadar apa?
    *dijawab pembaca sendiri ja

    Like

    • Mas Jalu.

      Terimakasih sudah ninggalke jejak cinta di tempat saya yang hina ini.

      [quote] konsep kehilangan juga bisa untuk menyadarkan kita,mendewasakan kita,dan menambah cinta kita ke Tuhan.

      Tuhan itu pencemburu,dia tidak suka kalo kita mencintai sesuatu melebihi cinta kita padaNya.

      Tuhan cemburu ke kita bukan tanpa alasan,DIA pengen kita tetep di jalanNya. [/quote]

      Very well-said. Bener banget jal. Setujuh, sedelapan gw. Makanya orang jangan keburu sedih atas kehilangan. Ada sesuatu yang lebih besar yang sedang terjadi.

      Mantap emang Bapak Jalu. Tos perut dulu!

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s