Mengapa Kita Kuatir?

Semua orang pernah kuatir, every now and then. We know it’s not a pleasant feeling. Kalo aja ga ada kuatir, hidup jaminan jadi nyaman dan nikmat. Tapi dia akan selalu ada, karena penyebab kuatir sebenernya adalah ketidakpastian, sedangkan ketidakpastian adalah (satu-satunya) hal yang pasti dalam hidup. Dan ada rasa ketidakberdayaan yang muncul dari ketidakpastian, akibat tiadanya kendali atas yang akan terjadi dalam hidup.

don_t-worry

Image by Josh Schott via Dribble

Ketidakpastian itu sendiri asalnya dari masa depan. Makanya mereka bilang kalo esok itu adalah misteri. Yang namanya juga misteri; ia tidak pasti. Sebenernya bisa juga jadi baik, ga mesti akan jadi buruk. Tapi sayangnya begitu banyak orang yang keburu jadi skeptis, bahkan sampe pesimistik. Ngeliatnya buruknya aja. Akhirnya jadi kuatir. Terus backed away. Chickened out.

Speaking of uncertain future itu sendiri, Tuhan kan pengen kita untuk jangan kuatir; tentang apa yang akan kita makan hari ini, yang kita kenakan, kesehatan, presentasi penting, ujian ato examinations, due date bayar utang bisnis yang just around the corner (ato uda lewat jauh malah), et cetera. Inget kalo burung-burung di udara aja, juga bunga bakung di taman, termasuk hewan dan binatang safari alam liar di Afrika yang saling ngepredasi satu sama lain pun itu Tuhan pelihara. Semuanya, tanpa terkecuali. Padahal hewan dan bunga; mereka ga nabur dan ga nuai. Boro-boro punya lumbung buat tempat nimbun bekal. Makanya apalagi kita manusia, ciptaan kesayangan-Nya?

Cara gimana Tuhan pelihara kita itu akan di luar ranah logika. Sulit untuk dijelaskan, and nothing is impossible. Lima tambah dua aja bisa jadi lima ribu. Itulah kenapa kita kenal dengan yang namanya iman, yang ternyata ga sejalan dengan logika. Iman itu sendiri adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, dan bukti dari segala sesuatu yang ga kita liat, untuk masa nanti yang ga bisa kita pastiin. Iman pun ngingetin bahwa Tuhan pasti akan tolong kita ngelewatin semua tantangan yang ada.

Makanya iman itu penting buat ngelewatin tantangan. Masalah itu ya tantangan. Dan tantangan artinya itu bisa teratasi. Someway. Somehow. Mau sepelik apapun juga keadannya.

Tiap orang ngelaluin tantangan yang beda-beda; Masing-masingnya ngelewatin padang gurun yang berbeda juga. Ada yang dikaruniai materi tapi hampa kerukunan. Ada juga yang dikaruniai kerukunan, tapi materinya agak pas-pasan. Meski beda-beda bentuk tantangannya, none of them matters. Karena Tuhan lebih besar dari semua masalah. Tuhan juga ga pernah kasi kita masalah yang lebih besar dari kapasitas kita kok. Artinya? Kita akan dimampukan. And all that it takes from us, is faith. To let divine intervention do its wonders.

quotes-about-life-let-your-faith-be-bigger-than-your-fears

Image by Bestquotesaboutlife

Susah dan mustahil itu adalah respon khas kita sebagai manusia. Ini wajar, gara-gara pengetahuan dan hikmat kita terbatas. Ga kayak Tuhan yang sebaliknya ga terbatas. Makanya ga ada yang mustahil — apalagi susah — bagi Tuhan. Makanya, kita jangan malah “kabur” dalam kesesakan kita. Karena justru ketika dalam kesesakan kitalah, the might of God, ato kuasa Tuhan, akan dinyatakan dalam kita.

Dan pertolongan Tuhan itu ga pernah terlambat. Think about it. Pasti ada banyak di masa lalu kita, kejadian di mana kita sering ketolong dari situasi yang lagi rumit. Reflecting on my past, I have plenty of them. Dan pelajaran dari banyak pengalaman pribadi itu adalah, Tuhan selalu punya cara yang ngelolosin kita dari situasi yang mungkin banget jadi bermasalah. Tapi ujung-ujungnya ternyata ga. Aman-aman aja. Saking ajaibnya. So have faith. Milikilah iman.

Tapi yang namanya iman itu sendiri bisa jadi goyah kalo dia ga kokoh. Makanya ga cuma taneman engkoh di jendela samping aja, iman juga harus ditanam dan dipupuk supaya tumbuh kuat dan dewasa. Supaya ga gampang layu ketika dateng pencobaan. Inilah kenapa kita jangan ngandelin logika dan pengertian kita sendiri. Karena selain pengertian kita terbatas, ngandelin logika itu sama aja dengan ngikis iman sendiri.

Iman itu bagai mental strength yang mengatasi kuatir. Dia kayak perisai prajurit Inggris jaman medieval dulu yang nangkal serangan kayak incoming arrows dari para archer musuh. Serangan ato anak-anak panah yang coming our way inilah, ibaratnya kekuatiran itu sendiri. Artinya? Ngikis iman itu sama aja ngundang kuatir. Ato bisa disimpulin jadi: logika ngundang kuatir.

As opposed to logika, iman akan ngebuat hidup orang jadi kerasa jauh lebih gampang. How so? It will all make total sense, begitu orang udah ngerti rahasia-rahasia kehidupan. Gimana caranya orang bisa ngerti rahasia kehidupan? Jawabannya, dengan pengenalan akan Tuhan. Kenal, as in luar-dalem-panjang-lebar-tinggi-rendah-nya kenal.

Ambillah umpama seorang penjahat; dia yang jahat aja itu baik ke anak-anaknya dengan dia ngasi mereka makan. Apalagi Tuhan, yang baiknya ga pernah berubah, dari awal hingga selamanya? Masak Tuhan, yang ibarat Bapa yang rumahnya di surga, ngasi uler beracun ke anak-anak-Nya yang minta roti? Masak Tuhan ga come to the rescue nolong anak-anak-Nya ketika mereka berseru minta tolong? Sekali-sekali ga, let me tell you that.

Coba kita amatin: kehidupan di luar naungan Tuhan itu ga pernah ada sejarahnya. Hidup tanpa kebenaran dan penyertaan Tuhan itu analoginya mirip dengan mencoba berjalan dalam kegelapan. Pada taulah, nyoba jalan dalem kegelapan itu kayak apa rasanya. It stinks. With sense of dread and cluelessness.

Di sinilah terang Tuhan bakal jadi pelita bagi jalan kita, makanya jalan kita jadi ga gelap lagi. Makanya dari situ, kita klaimlah hak kita selayaknya anak-anaknya Tuhan. Dan ya karena juga namanya anak, dengerinlah apa kata-kata Si Bapa, for He is omniscient, alias tau-segala; dari isi hati kita, masa depan kita, juga alasan dari semua yang terjadi dalam hidup kita.

Dan ini otomatis artinya Tuhan juga tau apa yang si anak (baca : kita) perluin. Makanya Tuhan kasilah ke kita apa yang sebenernya emang kita perluin. Bukan yang kita mauin. It takes humility and gratitude to see that. All in all, semuanya kembali ke iman, yang bikin kita percaya kalo God surely has the best things in store for us. Makanya kita perlu untuk nyerahin semua kekuatiran kita ke Tuhan. Emangnya siapa juga, yang oleh kekuatirannya bisa nambah satu hasta saja ke jalan kehidupannya? That’s right. None. Kalo udah gitu, kenapa pula kita masih kuatir?

Advertisements

4 thoughts on “Mengapa Kita Kuatir?

      • To, after loe replay gw nemu quotes yang bagus… smoga bisa menguatkan yang lainnya…
        ” IF GOD BRING YOU TO IT, HE WILL BRING YOU THROUGH IT”
        so, don’t worry ’bout anything… GBU

        Like

      • [quote] ” IF GOD BRING YOU TO IT, HE WILL BRING YOU THROUGH IT” [/quote]

        n’din. bener, itulah kesimpulannya. jadi orang, termasuk kita, jangan kalah dibikin takut gagal ato ga mampu. Tuhan akan mampuin ngelewatin apa yang kita ga sangka kita bisa.

        Tuhan berkati temanku ini, Dina.

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s